Friday, 4 January 2013

Ini 2012 ku


11 WIB 31 Desember 2012 Yogyakarta
Saat ini aku hanya ingin fokus untuk menulis resumeku selama 2012.

Tahun 2012, aku begitu banyak belajar, bukan hanya ilmu hitungan, melainkan ilmu kemasyarakatan, seperti cara memimpin, dan cara bersosialisasi dengan tetangga.

Mulanya, aku aktif pada kegiatan ekskulku KSI. Dengan label ketua, aku coba belajar untuk menjadi seorang pemimpin, walaupun kutahu yang lain sebenarnya lebih pantas untuk menjabat posisi ketua ketimbang diri ini. “Tapi ya harus belajar” kalau kata seniorku di KSI. Sekalian menganggap teman-temanku sebagai guru untukku menuntut ilmu mereka, kami jalani kegiatan demi kegiatan. Dan meskipun aku berlabel ketua, ya aku mungkin agak nakal ya. Kenapa? Ya karena sempat atau mungkin lebih tepatnya sering meninggalkan tanggung jawabku dikarenakan aku harus memperjuangkan harapan-harapanku untuk olimpiade fisika dan alhasil, aku bisa nyempil sampai tingkat nasional. Ya meskipun belum berhasil mendapatkan medali, itu juga dah lebih dari cukup, karena melampaui target. Ya jadi sedih sedih seneng sih J. Oleh karena sering ninggali ekskulku, aku makin gk enak kalau ada yang sampai ngeluh di KSI, apalagi adik kelas, jadi jarang ketemu L. Maaf yo dek karena kakakmu ini banyak salahnya. OSN berakhir, aku kembali menyusun karakter diriku kembali. Kenapa ya? Serasa ada yang berubah setelah aku kembali, entah temanku ataukah diriku sendiri yang berubah. Tapi rasanya diri ini yang berubah. Banyak sekali penyimpangan konsep dasar seperti nilai itu gk penting. Ya mungkin aku ngerasa semester ini sering mengejar nilai atau standar, tapi ketika ilmunya aku ulang kembali atau review, aku agak bingung. Ya berarti kan nol untuk penyerapan ilmuku L.

Selain ilmu hitungan, aku juga dapat sedikit ilmu agama, ya antara lain ilmu tajwid, nahwu, shorof, fiqih, hadits. Ya mungkin baru sedikit, tapi mudah-mudahan bisa menjadi bekalku selama kuliah nanti. Dan beberapa guru yang selalu membuat hatiku meluluh atau tunduk antara lain ialah Pak Ahyadi, Ust Tarmudzi, Ust Sofyan, Ust Subhan, Pak Maryono. Mereka itu pelopor yang menyemangati diri ini untuk selalu berakhlak mulia. Dan berkat usaha mereka, aku bisa sedikit ada gambaran untuk bersosialisasi yang mana hanya akan bisa dipraktikan. Apalagi ayahku, aku selalu ingat betul ketika ayahku mengatakan yang intinya kita itu ibarat tangan, lengan kita itu harus kuat laksana karakter kita yang kuat, dan kita juga harus bisa merangkul masyarakat laksana jari yang kuat cengkramannya. Buktinya aku di Tahun ini udah ikut gotong royong, bisa saling sapa kalau ketemu tetangga, dan bisa ngobrol sama tamu atau siapa aja (gk diem kayak dulu-dulu). Pokoknya tahun ini aku mendapat nilai agama plus bisa lebih mudah bergaul. J

Ya intinya selama tahun ini aku begitu banyak berterima kasih pada-Mu, karena engkau mengizinkan aku untuk ikut OSN sampai tingkat nasional, menjadi ketua KSI, menang class meeting, bisa baca alquran (ya walaupun masih jelek), serta mampu bergaul dan bersosialisasi lebih baik dari sebelumnya, meskipun warna warni cintaku tak begitu polikromatis, alias monoton dan tersadar ditengah jalan… Meskipun secara keseluruhan, aku ini seringkali menjadi parasit bagi siapapun, namun ini semua mengesankan. Dan satu lagi, aku bisa sempat pulang kampong ke Wonogiri serta Yogyakarta selama lebih dari 5 tahun tak pulang. J
Terima kasih ya Allah. J

Ini 2012 ku, bagaimana 2012 mu?

No comments:

Post a Comment