Saturday, 25 May 2013

Sholawat Nariyah dan Terjemah

Alhamdulillah, kemarin dah dapat pengumuman UN dan ketika dengar kata lulus, serentak kami semua bahagia, 3 tahun kami belajar, namun kini kami harus berganti jenjang pendidikan. Lingkungan memang menentukan karakter, dan itulah yang terjadi bagi tiap siswa di sekolah kami. Terima kasih ya Rahim atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan ini. . . serta bimbinglah kami selalu agar kami tak tersesat di gelap dan semunya dunia ini. Akhir kata, saya hanya ingin melantunkan blog ini dengan syair, agar kelak, blog ini dapat barokahnya. . . Seperti kata guru saya, "orang sukses itu orang yang bisa membuat orang di sekitarnya bahagia dan sukses juga", serta "zakatkanlah ilmu kalian". Berikut lantunan syair sholawat nariyah.





“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Tuesday, 21 May 2013

Wahai Purnama (Ya Badrotim)

Mungkin pernah liat bulan purnama? sepintas dalam gelap, ia bagaikan lentera yang menyinari benda di sekitarnya tanpa tanggung" mas, tapi... saya di sini gk mau panjang membahas hal tersebut, hanya saja aku ingin mengajak temen-temen untuk kembali mengingat orang yang jasanya bagaikan bulan purnama, tak lain ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga senandung berikut semakin menguatkan keimanan dan keistiqomahan kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Aamiin. Silahkan dinikmati.
Ya Badrotim

Wahai Purnama Versi Melayu


Tuesday, 7 May 2013

Tulisan Lebay

Hari ini, jujur saja banyak orang yang telah saya kecewakan, seolah semua kesalahan ini berasal dari otakku yang mulai rusak, gk tau kapan mulainya dan gk tau pula kapan akan berhentinya, yang pasti tiap perjalanan punya beban sesuai kadarnya. Mungkin aku saja yang belum bisa memahami jalan pikiran atau keinginan orang lain. Mulai dari komunikasi antar sesama saja ku tak punya modal, udah sok-sokan bisa ngobrol sana sini, padahal mah etika ku masih RUSAK parah, seakan-akan merasa diri ini gk berbakat untuk berkomunikasi dengan siapapun. Tulisan tulisan ini pasti hanya menjadi sampah bagi siapa saja yang membacanya, dan hanya akan menambah diri ini di list USELESSnya. Ketika kata useless muncuk, selalu saja kembali teringat ke tujuan hidupku, aku seringkali bertanya, apa yang ingin kulakukan, pilihannya dua, orang yang berdiam untuk mencari kebenaran sejati ataukah orang yang bergerak untuk merubah sesuatu lebih baik. Tapi mungkin aku juga yang terlalu serakah untuk memilih dan menjalani keduanya. Aku tidak tau apakah kondisi ini merupakan kondisi yang pernah dialami oleh orang-orang yang berhasil mengubah dunia ataukah aku yang salah menerapkan metode? Dan jika saja ku tak punya bakat dengan bidang public speaker, mungkin tiap karyaku bisa menolongku untuk membuat mata lahir dan batin tiap orang.
Pada akhirnya, kembali lagi ke keyakinan pertama kali bahwa pikiran, metode, prinsip, dan targetku tidak berada pada tempat yang teratur, ku biarkan itu, karena ku yakin, hidupku ini penuh dengan kreatifitas. Akan selalu ada jalan untuk menjangkau semuanya. Ya, benar jika orang mengatakan hidupku berantakan, karena kau akan bisa melihatnya bila melihatku. Semoga setiap rintihan ini, selalu menjadi rayuan rinduku pada-Nya. La ilaha ilallah...

Dunia hanya fatamorgana


Dunia hanya fatamorgana

Karya Imam Syafi'i

Siapakah yang mencicipi dunia, sungguh aku telah merasakanya
Telah kurengkuh manis dan getir siksanya
       Aku tak melihatnya kecuali tipuan yang nista
       Bagai terkecoh memandang di atas hamparan fatamorgana
Dunia hanyalah bangkai yang tak mungkin
Serigala-serigala mendekat tuk menyantap
     Jika kau jauhi, penghuninya memberimu salam penghormatan
     Jika kau bersemangat menggapainya, para serigala kan ikut merebut
Berbahagialah bagi jiwa yang peka
Mengingat hakikat dunia yang fana

Saturday, 4 May 2013

Ilaika - Kepada-Mu (Sebelum Imam Syafi'i Meninggal)

Imam kita, Imam Syafie rahimahullah pada waktu dihujung hayatnya telah diziarahi oleh muridnya, Imam Muzani ra. Imam Muzani bertanya kepada Imam Syafie, "Bagaimanakah keadaanmu wahai guruku?"
Imam Syafie membalas,

"Aku sedang mengembara pergi dari dunia, meninggalkan saudara saudaraku, meminum(merasai) secawan kematian, dan Allah yang Maha Tinggi, telah sampai.
Dan tidak sekali kali! Demi Allah! Aku tidak mengetahui jika diriku ini akan mengembara ke dalam syurga ataupun terhumban ke neraka!"

Kemudian, Imam Syafie terus menangis sambil membaca syair ini,


Arab & Indonesia
Syair Imam Asy-Syafi’i sebelum beliau wafat
Ilaika (kepada-Mu)

إلـيــك إلـــه الـخـلـق أرفــــع رغـبـتــي
Kupersembahkan (rintihan) kepadaMu Tuhan sekalian makhluk akan harapanku

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي
Bilamana keras hatiku dan terasa sempit perjalananku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا
KurniaanMu dan keampunanMu adalah merupakan rahmat dan kemuliaan

ـت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــيألــسـ
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا
Dan janganlah Engkau hapuskan kurniaan anugerah dan ni'mat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kederhakaan
ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا
kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut/mengingati Rabbnya

واه في الورى كان أعجماوفيما س
Dan bilamana dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta dan berharap

اكـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـ
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung dan memohon

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى
Ku pelihara kasihku yang dicemari nafsu

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا
Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar

يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى فـفـي
Di saat ku jaga, aku rindu, dan di saat ku lelap aku berharap

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu dan kini

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) dan lebih mulia


Rumi
Syair Imam Syafi’e

ilaika ilahal khalqi arfa`u raghbati
wa in kuntu ya zal manni wal judi mujrima


wa lamma qasa qalbi wa dhaqat mazahibi
ja`altur raja minni li `afwika sullama


fa ma zilta za `afwin `aniz zanbi lam tazal
tajudu wa ta`fu minnatan wa takarruma


alastal lazi ghazzaitani wa hadaitani
wa la zilta mannanan `alaiya wa mun`ima


`asa man lahul ihsanu yaghfiru zallati
wa yasturu auzari wa ma qad taqaddama


fa in ta`fu `anni ta`fu `an mutamarridin
dzalumin ghasyumin la yuzayilu ma’thama


fa in tantaqim minni fa lastu bi ayisin
wa lau adkhalu nafsi bi jurmin jahannama


fasihan iza ma kana fi zikri rabbihi
wa fi ma siwahu fil wara kana a`jama


yaqulu habibi anta su’li wa bughyati
kafa bi ka lir rajina su’lan wa maghnama


asunu widadi an yudannisahul hawa
wa ahfazu `ahdal hubbi an yatathallama


fa fi yaqzati syauqun wa fi ghafwati munan
tulahiqu khatwi nasywatan wa tarannuma


fa jurmi `azimun min qadimin wa hadithin
wa `afwuka ya’til `abda a`la wa ajsama

Refrensi :
  • http://www.gempak.org