Hari ini, jujur saja banyak orang yang telah saya kecewakan, seolah semua kesalahan ini berasal dari otakku yang mulai rusak, gk tau kapan mulainya dan gk tau pula kapan akan berhentinya, yang pasti tiap perjalanan punya beban sesuai kadarnya. Mungkin aku saja yang belum bisa memahami jalan pikiran atau keinginan orang lain. Mulai dari komunikasi antar sesama saja ku tak punya modal, udah sok-sokan bisa ngobrol sana sini, padahal mah etika ku masih RUSAK parah, seakan-akan merasa diri ini gk berbakat untuk berkomunikasi dengan siapapun. Tulisan tulisan ini pasti hanya menjadi sampah bagi siapa saja yang membacanya, dan hanya akan menambah diri ini di list USELESSnya. Ketika kata useless muncuk, selalu saja kembali teringat ke tujuan hidupku, aku seringkali bertanya, apa yang ingin kulakukan, pilihannya dua, orang yang berdiam untuk mencari kebenaran sejati ataukah orang yang bergerak untuk merubah sesuatu lebih baik. Tapi mungkin aku juga yang terlalu serakah untuk memilih dan menjalani keduanya. Aku tidak tau apakah kondisi ini merupakan kondisi yang pernah dialami oleh orang-orang yang berhasil mengubah dunia ataukah aku yang salah menerapkan metode? Dan jika saja ku tak punya bakat dengan bidang public speaker, mungkin tiap karyaku bisa menolongku untuk membuat mata lahir dan batin tiap orang.
Pada akhirnya, kembali lagi ke keyakinan pertama kali bahwa pikiran, metode, prinsip, dan targetku tidak berada pada tempat yang teratur, ku biarkan itu, karena ku yakin, hidupku ini penuh dengan kreatifitas. Akan selalu ada jalan untuk menjangkau semuanya. Ya, benar jika orang mengatakan hidupku berantakan, karena kau akan bisa melihatnya bila melihatku. Semoga setiap rintihan ini, selalu menjadi rayuan rinduku pada-Nya. La ilaha ilallah...

No comments:
Post a Comment