Sunday, 7 July 2013

Que sera sera (Whatever will be, will be)


Coba deh simak lirik berikut ini gan, kalau bisa sambil liat videonya juga.

When I was just a little girl,
I asked my mother, 'What will I be?
'Will I be pretty?
'Will I be rich?'
Here's what she said to me:

'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.'

When I was just a little boy,
I asked my mother, 'What will I be?
'Will I be handsome?
'Will I be rich?'
Here's what she said to me:

'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.



Apa yang Anda rasakan? sewaktu ana liat ini di TV, gk tau kenapa sekujur tubuh ana merinding. Sepintas terlihat indah mulai dari lagu dan taking videonya, tetapi kalau kita ambil perhatian pada lirik yang dinyanyikan. Mereka telah menyampaikan pesan yang begitu dalam. Pesan agar semua orang tidak terlalu memusingkan masa depannya. Buang jauh-jauh semua hal yang membuat kita takut, gelisah, resah akan masa depan. Bila sesuatu yang buruk terjadi, ya sudah biarkan itu terjadi. Yang harus kita pegang teguh ialah bahwa kita harus terus berjuang. Jalani seperti air yang mengalir, kadang tenang kadang deras. 

Monday, 24 June 2013

Rohatil Athyaaru Tashyduu

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو   فِى لِيَالىِ المَولِدِ

وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَدِ

فِى لَيَالِى المَولِدِ

مَولِدُ الهَادِى سَلاَمَى   اَنتَ لِلاَجيَال عِندِ

نُورُكَ العَالِى تَسَامَى   مِن حِمَى البَيتِ المَجِيد

وَبَرِيقُ النُّورِ يَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَد

فِى لَيَالِى المَولِدِ

عِندَمَانَادَى المُنَادِى   جَائَت شَمسُ العَالَمِين

وَازدَهَت بَينَ العِبَاد   طَلعَةُ الهَادِى الاَمِين

وَبَرِيقُ النُّورِ يَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَد

فِى لَيَالِى المَولِدِ

Qashidah "Rohatil Athyaru Tasydu" (Sya'ir - Habib Rizieq Syihabb)

Rohatil athyaru tasydu, bi layaa lil maulidi, wa bariqunnuriyabdu, min ma'aani Ahmadi.. 2x
Wa bariqunnuriyabdu, min ma'aani Ahmadi.. 2x bi layaa lil maulidi.. 2x

Abdulloh Nama Ayahnya, Aminah Ibundanya..
Abdul Mutholib Kakeknya, Abu Tholib Pamannya..
Khodijah Istri Setia, Fatimah Putri Tercinta..
Semua Bernasab Mulia, Dari Quraisy Ternama..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

2 bulan dikandungan wafat ayahandanya..
Tahun gajah dilahirkan ditemani kakeknya..
Sesuai adatnya arab disusui halimah..
6 tahun usianya wafat ibundanya..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

60 tahun usia kakek meninggalkannya..
Abu thalib pun menjaga, paman salim membela..
Saat kecil menggembala dagang pergi ke syam..
Umur 25 memperistri Khadijah..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

Di umur ke 30 mempersatukan bangsa..
Saat peletakkan batu hajar aswad mulia..
Genap 40 tahun mendapatkan risalah..
Beliaupun menjadi rasul khalifah anbiyya..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x




Refrensi : http://mtralhusna.blogspot.com

Monday, 10 June 2013

Kitab Tauhid - 'Aqidatul 'Awam - Al-'Allamah As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki

مَنْظُومَة عَقِيْدَةِ العَوَامِ 
نظم الشيخ أحمد المرزوقي المالكي 

Alhamdulillah Syeikhuna Syeikh Muhammad Fuad Bin Kamaludin Al-Maliki telah menterjemahkan Matan 'Aqidatul 'Awam supaya lebih senang difahami oleh orang-orang awan seperti kita.

Aqidatul 'Awwam yang bererti Aqidah Bagi Orang-Orang Awam ini merupakan satu kumpulan aqidah yang wajib diketahui oleh setiap individu muslim. Aqidah tersebut disusun dengan baik dan teratur dalam bentuk nadzom (syair) oleh As-Syeikh As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki.

Disusun pada tahun 1258 Hijriyah, dan terdapat 57 bait. Aqidatul Awwam ini sangat penting karena dengan mengetahui nadzom ini, secara tidak langsung, kita akan dapat mengetahui aqidah yang wajib diketahui oleh setiap individu Muslim secara ringkas. Nadzom Aqidatul Awwam ini sangat terkenal di dunia Islam dan telah lama diamalkan, yakni dibaca dan dipelajari, termasuk di negara kita, Malaysia, Indonesia dan di negara-negara yang lain.

Saya Al-Faqir ila Allah Muhamad Rauf bin Minhat telah meriwayatkan Manzumah ‘Aqidatul ‘Awam karangan Al-‘Allamah As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki r.a daripada :

1. Asy-Syeikh Muhammad Fuad bin Kamaludin Al-Maliki, daripada
2. Al-Muhaddits Sayyid Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi Al-Maliki, daripada ayahandanya
3. Sayyid ‘Alawi ibn ‘Abbas Al-Maliki, daripada ayahandanya
4. Sayyid ‘Abbas ibn ‘Abdul ‘Aziz Al-Maliki, daripada
5. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Mazhab Syafi’i di Makkah Al-Mukarramah), daripada
6. Penyusun nazam Abi Al-Fauz Ahmad Al-Marzuqi r.a (Mufti Mazhab Maliki di Makkah Al-Mukarramah).


Matan Manzumah 'Aqidatul 'Awam :- Download
Terjemahan Matan 'Aqidatul 'Awam :- Download

Video
3gp : - Download
mp4 : - Download


Asal Usul Nazham 'Aqidatul 'Awam 

Kitab Nazhom 'Aqidatul 'Awam karangan Sayyidh Ahmad Al-Marzuqi bermula dari mimpi Sayyid Ahmad Marzuqi pada malam Juma'at pertama di bulan Rajab tahun 1258 H yang bertemu dengan Rasululloh saw dan para sahabatnya, dalam mimpi tersebut Rasululloh saw berkata kepada Sayyid Ahmad Al-Marzuki "Bacalah Manzhumah Tauhid " barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk ke dalam syurga dan mendapatkan segala macam kebaikan, yang sesuai dengan maksud Al-Qur'an dan Sunnah ."

Sayyid Ahmad Marzuqi pun bingung dan bertanya kepada Rasululloh saw "Nadzhom apa ya Rosululloh..??. Para sahabat menjawab " Dengarkan saja apa yang akan Rasululloh saw ucapkan " . Nabi Muhammad saw berkata " Ucapkan..
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ

Maka Sayyid Ahmad Marzuqi pun mengucapkan
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ

Sampai dengan akhir Nadzhom iaitu
وَصُحُـفُ الـخَـلِيلِ وَالكَلِيمْ
فِيهَـا كَلامُ الْـحَـكَمِ الْعَلِيمْ

Nabi Muhammad saw pada saat itu mendengarkan bacaan Sayyid Ahmad Al-Marzuqi, maka saat itupula Sayyid Ahmad Al-Marzuqi terbangun dari tidurnya dan beliau baca apa apa yang terjadi dalam mimpinya, dan ternyata Nadzhom tersebut telah dihafaz dari awal sampai akhir nadzhom.

Nadzhom tauhid yang telah diberikan Rasululloh kepada Sayyid Ahmad Marzuqi , beliau tuangkan dalam sebuah kitab yang diberi nama "'Aqidatul Awam" ( Aqidah untuk orang awam ) . Selang beberapa waktu lamanya Sayyid Ahmad Al-Marzuqi bermimpi kembali bertemu dengan Rasululloh saw , dan Rasululloh saw berkata " Bacalah apa yang telah kau kumpulkan di hatimu ( pikiranmu)", lalu Sayyid Ahmad Marzuqi berdiri membacanya dari awal sampai akhir Nadzhom dan para Sahabat Rasululloh di samping Nabi Muhammad saw mengucapkan "Amiin" pada setiap bait bait nadzhom ini dibacakan . Setelah selesai Sayyid Ahmad Marzuqi menyelesaikan bacaanya, Nabi Muhammad saw berkata kepadanya dan mendokannnya:" Semoga Alloh memberimu Taufiq kepada hal-hal yang menjadi Ridho-Nya dan menerimanya itu darimu dan memberkahi kamu dan segenap orang mukmin dan menjadikannya berguna kepada Hamba hamba Alloh swt amiinn".

Kitab Nadzhom 'Aqidatul awam semula hanya berisi 26 bait , namun kerana rasa cinta dan rindunya Sayyid Ahmad Marzuqi kepada Nabi Muhammad saw maka beliau menambahkan hingga mencapai 57 Bait Nadzhom.

Nama lengkap beliau Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Sayyid Ramadhan Mansyur bin Sayyid Muhammad Al-Marzuqi Al-Hasani, dilahirkan sekitar tahun 1205 H di Mesir , Beliau sepanjang waktu bertugas mengajar Masjid Makkah karena kepandaian dan kecerdasannya Sayyid Ahmad Marzuqi diangkat menjadi Mufti Mazhab Al-Maliki di Makkah menggantikan Sayyid Muhammad yang wafat sekitar tahun 1261, Sayyid Ahmad Marzuqi juga terkenal sebagai seorang Pujangga dan dijuluki dengan panggilan Abu Al-Fauzi.

Kitab Nadzhom 'Aqidatul 'Awam berisi pokok-pokok keyakinan ajaran Islam yang dijadikan sebagai pegangan bagi kaum Muslimin . Di dalamnya menjelaskan tentang ilmu tauhid dan dasar-dasarnya. Ilmu tauhid ini menjelaskan tentang keesaan Allah dan pembuktiannya. Dalam kitab tersebut menjelaskan sifat-sifat Allah, atau yang disebut 'aqoid lima puluh.

'Aqoid lima puluh itu terdiri dari, 20 sifat yang wajib bagi Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah, serta 4 sifat wajib bagi Para Rasul, 4 sifat mustahil bagi para Rasul dan 1 sifat jaiz bagi para Rasul. Semua merupakan isi dari ajaran yang terangkum dalam kitab 'Aqidatul Awam.

Kewajiban mengetahui 50 keyakinan tersebut diperuntukkan, baik bagi laki-laki mahupun perempuan yang telah mukallaf. Kewajiban mengetahui 50 keyakinan tersebut tak hanya untuk diketahui tapi juga dimengerti, sehingga umat Islam boleh mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat, yang hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar.

Kitab Nadzhom 'Aqidatul 'Awam banyak diajarkan di pesantren dan Majlis ta'lim dan merupakan dasar dasar ketauhidan yang harus difahami oleh setiap Muslim. Bahkan Syeikh Nawawi As-Syafi"i memandang penting untuk mempelajari Kitab 'Aqidatul 'Awam kerana setiap mukallaf wajib mengetahui sifat sifat Allah, dengan mengenal Sifat Allah maka dia akan mengenal dirinya begitu juga sebaliknya ( barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhan-nya) jika sudah mengenal Allah, maka dia akan senantiasa taat dalam menjalankan semua perintah Allah dan Rasulnya dan menjauhi segala larangannnya. Dan Syeikh Nawawi As-Syafi'i pun mengkomentari Kitab 'Aqidatul 'Awam tersebut dalam sebuah kitab bernama "Nurudz Zholam".

Refrensi : http://alraufi.blogspot.com oleh Muhamad Rauf bin Minhat

Saturday, 25 May 2013

Sholawat Nariyah dan Terjemah

Alhamdulillah, kemarin dah dapat pengumuman UN dan ketika dengar kata lulus, serentak kami semua bahagia, 3 tahun kami belajar, namun kini kami harus berganti jenjang pendidikan. Lingkungan memang menentukan karakter, dan itulah yang terjadi bagi tiap siswa di sekolah kami. Terima kasih ya Rahim atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan ini. . . serta bimbinglah kami selalu agar kami tak tersesat di gelap dan semunya dunia ini. Akhir kata, saya hanya ingin melantunkan blog ini dengan syair, agar kelak, blog ini dapat barokahnya. . . Seperti kata guru saya, "orang sukses itu orang yang bisa membuat orang di sekitarnya bahagia dan sukses juga", serta "zakatkanlah ilmu kalian". Berikut lantunan syair sholawat nariyah.





“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Tuesday, 21 May 2013

Wahai Purnama (Ya Badrotim)

Mungkin pernah liat bulan purnama? sepintas dalam gelap, ia bagaikan lentera yang menyinari benda di sekitarnya tanpa tanggung" mas, tapi... saya di sini gk mau panjang membahas hal tersebut, hanya saja aku ingin mengajak temen-temen untuk kembali mengingat orang yang jasanya bagaikan bulan purnama, tak lain ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga senandung berikut semakin menguatkan keimanan dan keistiqomahan kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Aamiin. Silahkan dinikmati.
Ya Badrotim

Wahai Purnama Versi Melayu


Tuesday, 7 May 2013

Tulisan Lebay

Hari ini, jujur saja banyak orang yang telah saya kecewakan, seolah semua kesalahan ini berasal dari otakku yang mulai rusak, gk tau kapan mulainya dan gk tau pula kapan akan berhentinya, yang pasti tiap perjalanan punya beban sesuai kadarnya. Mungkin aku saja yang belum bisa memahami jalan pikiran atau keinginan orang lain. Mulai dari komunikasi antar sesama saja ku tak punya modal, udah sok-sokan bisa ngobrol sana sini, padahal mah etika ku masih RUSAK parah, seakan-akan merasa diri ini gk berbakat untuk berkomunikasi dengan siapapun. Tulisan tulisan ini pasti hanya menjadi sampah bagi siapa saja yang membacanya, dan hanya akan menambah diri ini di list USELESSnya. Ketika kata useless muncuk, selalu saja kembali teringat ke tujuan hidupku, aku seringkali bertanya, apa yang ingin kulakukan, pilihannya dua, orang yang berdiam untuk mencari kebenaran sejati ataukah orang yang bergerak untuk merubah sesuatu lebih baik. Tapi mungkin aku juga yang terlalu serakah untuk memilih dan menjalani keduanya. Aku tidak tau apakah kondisi ini merupakan kondisi yang pernah dialami oleh orang-orang yang berhasil mengubah dunia ataukah aku yang salah menerapkan metode? Dan jika saja ku tak punya bakat dengan bidang public speaker, mungkin tiap karyaku bisa menolongku untuk membuat mata lahir dan batin tiap orang.
Pada akhirnya, kembali lagi ke keyakinan pertama kali bahwa pikiran, metode, prinsip, dan targetku tidak berada pada tempat yang teratur, ku biarkan itu, karena ku yakin, hidupku ini penuh dengan kreatifitas. Akan selalu ada jalan untuk menjangkau semuanya. Ya, benar jika orang mengatakan hidupku berantakan, karena kau akan bisa melihatnya bila melihatku. Semoga setiap rintihan ini, selalu menjadi rayuan rinduku pada-Nya. La ilaha ilallah...