Sunday, 7 July 2013

Que sera sera (Whatever will be, will be)


Coba deh simak lirik berikut ini gan, kalau bisa sambil liat videonya juga.

When I was just a little girl,
I asked my mother, 'What will I be?
'Will I be pretty?
'Will I be rich?'
Here's what she said to me:

'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.'

When I was just a little boy,
I asked my mother, 'What will I be?
'Will I be handsome?
'Will I be rich?'
Here's what she said to me:

'Que sera, sera,
'Whatever will be, will be;
'The future's not ours to see.
'Que sera, sera,
'What will be, will be.



Apa yang Anda rasakan? sewaktu ana liat ini di TV, gk tau kenapa sekujur tubuh ana merinding. Sepintas terlihat indah mulai dari lagu dan taking videonya, tetapi kalau kita ambil perhatian pada lirik yang dinyanyikan. Mereka telah menyampaikan pesan yang begitu dalam. Pesan agar semua orang tidak terlalu memusingkan masa depannya. Buang jauh-jauh semua hal yang membuat kita takut, gelisah, resah akan masa depan. Bila sesuatu yang buruk terjadi, ya sudah biarkan itu terjadi. Yang harus kita pegang teguh ialah bahwa kita harus terus berjuang. Jalani seperti air yang mengalir, kadang tenang kadang deras. 

Monday, 24 June 2013

Rohatil Athyaaru Tashyduu

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو

رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو   فِى لِيَالىِ المَولِدِ

وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَدِ

فِى لَيَالِى المَولِدِ

مَولِدُ الهَادِى سَلاَمَى   اَنتَ لِلاَجيَال عِندِ

نُورُكَ العَالِى تَسَامَى   مِن حِمَى البَيتِ المَجِيد

وَبَرِيقُ النُّورِ يَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَد

فِى لَيَالِى المَولِدِ

عِندَمَانَادَى المُنَادِى   جَائَت شَمسُ العَالَمِين

وَازدَهَت بَينَ العِبَاد   طَلعَةُ الهَادِى الاَمِين

وَبَرِيقُ النُّورِ يَبدُو   مِن مَعَانِى اَحمَد

فِى لَيَالِى المَولِدِ

Qashidah "Rohatil Athyaru Tasydu" (Sya'ir - Habib Rizieq Syihabb)

Rohatil athyaru tasydu, bi layaa lil maulidi, wa bariqunnuriyabdu, min ma'aani Ahmadi.. 2x
Wa bariqunnuriyabdu, min ma'aani Ahmadi.. 2x bi layaa lil maulidi.. 2x

Abdulloh Nama Ayahnya, Aminah Ibundanya..
Abdul Mutholib Kakeknya, Abu Tholib Pamannya..
Khodijah Istri Setia, Fatimah Putri Tercinta..
Semua Bernasab Mulia, Dari Quraisy Ternama..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

2 bulan dikandungan wafat ayahandanya..
Tahun gajah dilahirkan ditemani kakeknya..
Sesuai adatnya arab disusui halimah..
6 tahun usianya wafat ibundanya..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

60 tahun usia kakek meninggalkannya..
Abu thalib pun menjaga, paman salim membela..
Saat kecil menggembala dagang pergi ke syam..
Umur 25 memperistri Khadijah..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x

Di umur ke 30 mempersatukan bangsa..
Saat peletakkan batu hajar aswad mulia..
Genap 40 tahun mendapatkan risalah..
Beliaupun menjadi rasul khalifah anbiyya..
Inilah kisah sang sang rosul, yang penuh suka duka.. 2x oh penuh.. suka duka.. 2x




Refrensi : http://mtralhusna.blogspot.com

Monday, 10 June 2013

Kitab Tauhid - 'Aqidatul 'Awam - Al-'Allamah As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki

مَنْظُومَة عَقِيْدَةِ العَوَامِ 
نظم الشيخ أحمد المرزوقي المالكي 

Alhamdulillah Syeikhuna Syeikh Muhammad Fuad Bin Kamaludin Al-Maliki telah menterjemahkan Matan 'Aqidatul 'Awam supaya lebih senang difahami oleh orang-orang awan seperti kita.

Aqidatul 'Awwam yang bererti Aqidah Bagi Orang-Orang Awam ini merupakan satu kumpulan aqidah yang wajib diketahui oleh setiap individu muslim. Aqidah tersebut disusun dengan baik dan teratur dalam bentuk nadzom (syair) oleh As-Syeikh As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki.

Disusun pada tahun 1258 Hijriyah, dan terdapat 57 bait. Aqidatul Awwam ini sangat penting karena dengan mengetahui nadzom ini, secara tidak langsung, kita akan dapat mengetahui aqidah yang wajib diketahui oleh setiap individu Muslim secara ringkas. Nadzom Aqidatul Awwam ini sangat terkenal di dunia Islam dan telah lama diamalkan, yakni dibaca dan dipelajari, termasuk di negara kita, Malaysia, Indonesia dan di negara-negara yang lain.

Saya Al-Faqir ila Allah Muhamad Rauf bin Minhat telah meriwayatkan Manzumah ‘Aqidatul ‘Awam karangan Al-‘Allamah As-Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Makki r.a daripada :

1. Asy-Syeikh Muhammad Fuad bin Kamaludin Al-Maliki, daripada
2. Al-Muhaddits Sayyid Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi Al-Maliki, daripada ayahandanya
3. Sayyid ‘Alawi ibn ‘Abbas Al-Maliki, daripada ayahandanya
4. Sayyid ‘Abbas ibn ‘Abdul ‘Aziz Al-Maliki, daripada
5. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan (Mufti Mazhab Syafi’i di Makkah Al-Mukarramah), daripada
6. Penyusun nazam Abi Al-Fauz Ahmad Al-Marzuqi r.a (Mufti Mazhab Maliki di Makkah Al-Mukarramah).


Matan Manzumah 'Aqidatul 'Awam :- Download
Terjemahan Matan 'Aqidatul 'Awam :- Download

Video
3gp : - Download
mp4 : - Download


Asal Usul Nazham 'Aqidatul 'Awam 

Kitab Nazhom 'Aqidatul 'Awam karangan Sayyidh Ahmad Al-Marzuqi bermula dari mimpi Sayyid Ahmad Marzuqi pada malam Juma'at pertama di bulan Rajab tahun 1258 H yang bertemu dengan Rasululloh saw dan para sahabatnya, dalam mimpi tersebut Rasululloh saw berkata kepada Sayyid Ahmad Al-Marzuki "Bacalah Manzhumah Tauhid " barang siapa yang menghafalnya dia akan masuk ke dalam syurga dan mendapatkan segala macam kebaikan, yang sesuai dengan maksud Al-Qur'an dan Sunnah ."

Sayyid Ahmad Marzuqi pun bingung dan bertanya kepada Rasululloh saw "Nadzhom apa ya Rosululloh..??. Para sahabat menjawab " Dengarkan saja apa yang akan Rasululloh saw ucapkan " . Nabi Muhammad saw berkata " Ucapkan..
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ

Maka Sayyid Ahmad Marzuqi pun mengucapkan
أبـْـدَأُ بِـاسْمِ اللهِ والـرَّحْـمَنِ

Sampai dengan akhir Nadzhom iaitu
وَصُحُـفُ الـخَـلِيلِ وَالكَلِيمْ
فِيهَـا كَلامُ الْـحَـكَمِ الْعَلِيمْ

Nabi Muhammad saw pada saat itu mendengarkan bacaan Sayyid Ahmad Al-Marzuqi, maka saat itupula Sayyid Ahmad Al-Marzuqi terbangun dari tidurnya dan beliau baca apa apa yang terjadi dalam mimpinya, dan ternyata Nadzhom tersebut telah dihafaz dari awal sampai akhir nadzhom.

Nadzhom tauhid yang telah diberikan Rasululloh kepada Sayyid Ahmad Marzuqi , beliau tuangkan dalam sebuah kitab yang diberi nama "'Aqidatul Awam" ( Aqidah untuk orang awam ) . Selang beberapa waktu lamanya Sayyid Ahmad Al-Marzuqi bermimpi kembali bertemu dengan Rasululloh saw , dan Rasululloh saw berkata " Bacalah apa yang telah kau kumpulkan di hatimu ( pikiranmu)", lalu Sayyid Ahmad Marzuqi berdiri membacanya dari awal sampai akhir Nadzhom dan para Sahabat Rasululloh di samping Nabi Muhammad saw mengucapkan "Amiin" pada setiap bait bait nadzhom ini dibacakan . Setelah selesai Sayyid Ahmad Marzuqi menyelesaikan bacaanya, Nabi Muhammad saw berkata kepadanya dan mendokannnya:" Semoga Alloh memberimu Taufiq kepada hal-hal yang menjadi Ridho-Nya dan menerimanya itu darimu dan memberkahi kamu dan segenap orang mukmin dan menjadikannya berguna kepada Hamba hamba Alloh swt amiinn".

Kitab Nadzhom 'Aqidatul awam semula hanya berisi 26 bait , namun kerana rasa cinta dan rindunya Sayyid Ahmad Marzuqi kepada Nabi Muhammad saw maka beliau menambahkan hingga mencapai 57 Bait Nadzhom.

Nama lengkap beliau Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Sayyid Ramadhan Mansyur bin Sayyid Muhammad Al-Marzuqi Al-Hasani, dilahirkan sekitar tahun 1205 H di Mesir , Beliau sepanjang waktu bertugas mengajar Masjid Makkah karena kepandaian dan kecerdasannya Sayyid Ahmad Marzuqi diangkat menjadi Mufti Mazhab Al-Maliki di Makkah menggantikan Sayyid Muhammad yang wafat sekitar tahun 1261, Sayyid Ahmad Marzuqi juga terkenal sebagai seorang Pujangga dan dijuluki dengan panggilan Abu Al-Fauzi.

Kitab Nadzhom 'Aqidatul 'Awam berisi pokok-pokok keyakinan ajaran Islam yang dijadikan sebagai pegangan bagi kaum Muslimin . Di dalamnya menjelaskan tentang ilmu tauhid dan dasar-dasarnya. Ilmu tauhid ini menjelaskan tentang keesaan Allah dan pembuktiannya. Dalam kitab tersebut menjelaskan sifat-sifat Allah, atau yang disebut 'aqoid lima puluh.

'Aqoid lima puluh itu terdiri dari, 20 sifat yang wajib bagi Allah, 20 sifat mustahil bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah, serta 4 sifat wajib bagi Para Rasul, 4 sifat mustahil bagi para Rasul dan 1 sifat jaiz bagi para Rasul. Semua merupakan isi dari ajaran yang terangkum dalam kitab 'Aqidatul Awam.

Kewajiban mengetahui 50 keyakinan tersebut diperuntukkan, baik bagi laki-laki mahupun perempuan yang telah mukallaf. Kewajiban mengetahui 50 keyakinan tersebut tak hanya untuk diketahui tapi juga dimengerti, sehingga umat Islam boleh mewujudkan kebahagiaan dunia dan akhirat, yang hanya akan didapatkan oleh orang-orang yang mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar.

Kitab Nadzhom 'Aqidatul 'Awam banyak diajarkan di pesantren dan Majlis ta'lim dan merupakan dasar dasar ketauhidan yang harus difahami oleh setiap Muslim. Bahkan Syeikh Nawawi As-Syafi"i memandang penting untuk mempelajari Kitab 'Aqidatul 'Awam kerana setiap mukallaf wajib mengetahui sifat sifat Allah, dengan mengenal Sifat Allah maka dia akan mengenal dirinya begitu juga sebaliknya ( barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhan-nya) jika sudah mengenal Allah, maka dia akan senantiasa taat dalam menjalankan semua perintah Allah dan Rasulnya dan menjauhi segala larangannnya. Dan Syeikh Nawawi As-Syafi'i pun mengkomentari Kitab 'Aqidatul 'Awam tersebut dalam sebuah kitab bernama "Nurudz Zholam".

Refrensi : http://alraufi.blogspot.com oleh Muhamad Rauf bin Minhat

Saturday, 25 May 2013

Sholawat Nariyah dan Terjemah

Alhamdulillah, kemarin dah dapat pengumuman UN dan ketika dengar kata lulus, serentak kami semua bahagia, 3 tahun kami belajar, namun kini kami harus berganti jenjang pendidikan. Lingkungan memang menentukan karakter, dan itulah yang terjadi bagi tiap siswa di sekolah kami. Terima kasih ya Rahim atas segala kenikmatan yang telah engkau berikan ini. . . serta bimbinglah kami selalu agar kami tak tersesat di gelap dan semunya dunia ini. Akhir kata, saya hanya ingin melantunkan blog ini dengan syair, agar kelak, blog ini dapat barokahnya. . . Seperti kata guru saya, "orang sukses itu orang yang bisa membuat orang di sekitarnya bahagia dan sukses juga", serta "zakatkanlah ilmu kalian". Berikut lantunan syair sholawat nariyah.





“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang engkau miliki.”

Tuesday, 21 May 2013

Wahai Purnama (Ya Badrotim)

Mungkin pernah liat bulan purnama? sepintas dalam gelap, ia bagaikan lentera yang menyinari benda di sekitarnya tanpa tanggung" mas, tapi... saya di sini gk mau panjang membahas hal tersebut, hanya saja aku ingin mengajak temen-temen untuk kembali mengingat orang yang jasanya bagaikan bulan purnama, tak lain ialah Nabi Muhammad SAW. Semoga senandung berikut semakin menguatkan keimanan dan keistiqomahan kita untuk senantiasa berada di jalan-Nya. Aamiin. Silahkan dinikmati.
Ya Badrotim

Wahai Purnama Versi Melayu


Tuesday, 7 May 2013

Tulisan Lebay

Hari ini, jujur saja banyak orang yang telah saya kecewakan, seolah semua kesalahan ini berasal dari otakku yang mulai rusak, gk tau kapan mulainya dan gk tau pula kapan akan berhentinya, yang pasti tiap perjalanan punya beban sesuai kadarnya. Mungkin aku saja yang belum bisa memahami jalan pikiran atau keinginan orang lain. Mulai dari komunikasi antar sesama saja ku tak punya modal, udah sok-sokan bisa ngobrol sana sini, padahal mah etika ku masih RUSAK parah, seakan-akan merasa diri ini gk berbakat untuk berkomunikasi dengan siapapun. Tulisan tulisan ini pasti hanya menjadi sampah bagi siapa saja yang membacanya, dan hanya akan menambah diri ini di list USELESSnya. Ketika kata useless muncuk, selalu saja kembali teringat ke tujuan hidupku, aku seringkali bertanya, apa yang ingin kulakukan, pilihannya dua, orang yang berdiam untuk mencari kebenaran sejati ataukah orang yang bergerak untuk merubah sesuatu lebih baik. Tapi mungkin aku juga yang terlalu serakah untuk memilih dan menjalani keduanya. Aku tidak tau apakah kondisi ini merupakan kondisi yang pernah dialami oleh orang-orang yang berhasil mengubah dunia ataukah aku yang salah menerapkan metode? Dan jika saja ku tak punya bakat dengan bidang public speaker, mungkin tiap karyaku bisa menolongku untuk membuat mata lahir dan batin tiap orang.
Pada akhirnya, kembali lagi ke keyakinan pertama kali bahwa pikiran, metode, prinsip, dan targetku tidak berada pada tempat yang teratur, ku biarkan itu, karena ku yakin, hidupku ini penuh dengan kreatifitas. Akan selalu ada jalan untuk menjangkau semuanya. Ya, benar jika orang mengatakan hidupku berantakan, karena kau akan bisa melihatnya bila melihatku. Semoga setiap rintihan ini, selalu menjadi rayuan rinduku pada-Nya. La ilaha ilallah...

Dunia hanya fatamorgana


Dunia hanya fatamorgana

Karya Imam Syafi'i

Siapakah yang mencicipi dunia, sungguh aku telah merasakanya
Telah kurengkuh manis dan getir siksanya
       Aku tak melihatnya kecuali tipuan yang nista
       Bagai terkecoh memandang di atas hamparan fatamorgana
Dunia hanyalah bangkai yang tak mungkin
Serigala-serigala mendekat tuk menyantap
     Jika kau jauhi, penghuninya memberimu salam penghormatan
     Jika kau bersemangat menggapainya, para serigala kan ikut merebut
Berbahagialah bagi jiwa yang peka
Mengingat hakikat dunia yang fana

Saturday, 4 May 2013

Ilaika - Kepada-Mu (Sebelum Imam Syafi'i Meninggal)

Imam kita, Imam Syafie rahimahullah pada waktu dihujung hayatnya telah diziarahi oleh muridnya, Imam Muzani ra. Imam Muzani bertanya kepada Imam Syafie, "Bagaimanakah keadaanmu wahai guruku?"
Imam Syafie membalas,

"Aku sedang mengembara pergi dari dunia, meninggalkan saudara saudaraku, meminum(merasai) secawan kematian, dan Allah yang Maha Tinggi, telah sampai.
Dan tidak sekali kali! Demi Allah! Aku tidak mengetahui jika diriku ini akan mengembara ke dalam syurga ataupun terhumban ke neraka!"

Kemudian, Imam Syafie terus menangis sambil membaca syair ini,


Arab & Indonesia
Syair Imam Asy-Syafi’i sebelum beliau wafat
Ilaika (kepada-Mu)

إلـيــك إلـــه الـخـلـق أرفــــع رغـبـتــي
Kupersembahkan (rintihan) kepadaMu Tuhan sekalian makhluk akan harapanku

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا
Sekalipun aku seorang yang berdosa wahai yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي
Bilamana keras hatiku dan terasa sempit perjalananku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا
Kujadikan rayuan (rintihan) daripadaku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل
Bilamana Engkau yang memiliki keampunan menghapuskan dosa yang berterusan ini

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا
KurniaanMu dan keampunanMu adalah merupakan rahmat dan kemuliaan

ـت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــيألــسـ
Bukankah Engkau yang memberi aku makan serta hidayah kepadaku

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا
Dan janganlah Engkau hapuskan kurniaan anugerah dan ni'mat itu kepadaku (walaupun aku seorang yang sentiasa berdosa)

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي
Semoga orang yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkan dari kederhakaan
ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا
kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut/mengingati Rabbnya

واه في الورى كان أعجماوفيما س
Dan bilamana dia bersama selain tuhannya di dunia ini dia membisu

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta dan berharap

اكـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـ
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung dan memohon

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى
Ku pelihara kasihku yang dicemari nafsu

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا
Dan ku jaga janji kasih yang telah tercalar

يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى فـفـي
Di saat ku jaga, aku rindu, dan di saat ku lelap aku berharap

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu dan kini

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا
Namun (ku tahu) keampunanmu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) dan lebih mulia


Rumi
Syair Imam Syafi’e

ilaika ilahal khalqi arfa`u raghbati
wa in kuntu ya zal manni wal judi mujrima


wa lamma qasa qalbi wa dhaqat mazahibi
ja`altur raja minni li `afwika sullama


fa ma zilta za `afwin `aniz zanbi lam tazal
tajudu wa ta`fu minnatan wa takarruma


alastal lazi ghazzaitani wa hadaitani
wa la zilta mannanan `alaiya wa mun`ima


`asa man lahul ihsanu yaghfiru zallati
wa yasturu auzari wa ma qad taqaddama


fa in ta`fu `anni ta`fu `an mutamarridin
dzalumin ghasyumin la yuzayilu ma’thama


fa in tantaqim minni fa lastu bi ayisin
wa lau adkhalu nafsi bi jurmin jahannama


fasihan iza ma kana fi zikri rabbihi
wa fi ma siwahu fil wara kana a`jama


yaqulu habibi anta su’li wa bughyati
kafa bi ka lir rajina su’lan wa maghnama


asunu widadi an yudannisahul hawa
wa ahfazu `ahdal hubbi an yatathallama


fa fi yaqzati syauqun wa fi ghafwati munan
tulahiqu khatwi nasywatan wa tarannuma


fa jurmi `azimun min qadimin wa hadithin
wa `afwuka ya’til `abda a`la wa ajsama

Refrensi :
  • http://www.gempak.org

Friday, 19 April 2013

Lentera, Bintang, dan Harapan

Sebelumnya, cuma mau bilang kalau aku amaaaaaaaaaat LEGA karena UN dah kelar, tinggal H2C nunggu pengumuman aja. Tapi, jika UN selesai, maka aktifitas pun kembali normal. Salah satunya ya bikin-bikin proyek sendiri (mencari kesibukan padahal dirumah sibuk). Dan kali ini, pengennya bikin quadcopter, cuma karena saya sendiri belum mahir dalam bidang elektronika, ya saya cari penggantinya yang lebih sederhana, yaitu Balon udara. Kenapa balon udara? bisa saksikan sendiri video ini, maka akan terjawab alasanku.


Ketika udara panas memenuhi tabung kertas, muncul bermacam keindahan padanya. Seakan-akan kita bisa menghadirkan bintang-bintang kembali ke langit, seperti kita menghadirkan mimpi, asa, cita-cita, dan harapan kita kembali ke dalam batin kita.
Jika bintangmu menghilang, maka terbangkanlah pelitamu ke langit.

Sunday, 13 January 2013

Lenteraku adalah aku

Aku mematung beku di ruang waktu
dinginnya sampai membekukan sang mentari
Serta,
bintang-bintang sebagai pedoman
bulan sebagai lenteraku tuk melangkah
telah lama lenyap tanpa kusadari

Habislah aku
membeku bersama es api
berjalan tanpa mata angin
alampun bersiap mengikisku


Kebodohanku baru saja terlihat
selama ini aku selalu
mengandalkan hangat mentari
mengandalkan pedoman bintang
mengandalkan bulan


Rapuh aku tanpa mereka
tapi...
aku tak mau membuat potensiku
apalagi terkikis alam

Aku ingin menjadi seperti mereka
ku ingin coba melatih diriku
dengan harapan kelak
mampu meradiasikan sinar
yang bisa menjadi lentera
penghangat serta pedoman
diriku dan siapapun

Aku berharap menjadi benda hitam
agar dapat memancarkan sinar
yang mampu menghangatkan
yang berguna sebagai lentera
yang berfungsi untuk pedoman
diriku dan siapapun
yang ada di sekitarku

Semoga saja
aku bisa menemukan sejatinya aku
supaya kelak jalanku dapat sesuai

Friday, 4 January 2013

Pengalaman di Kampung


Rabu 02 Januari 2013

Menjelang balik ke Jakarta, saat ini mungkin sekitar 3 jam sebelum keberangkatan. Rasanya aku ingin menuangkan segala memoriku tentang apa saja yang aku lakukan selama di Yogyakarta kedalam dokumen ini. Agar kelak aku bisa selalu mengenang dan selalu ingat kepada semua yang ada disini, di Yogyakarta.


Hari pertama aku datang, aku dijemput oleh le’ Darno paman cilekku. Dan pulang dengan motornya yang kurasa kecepatannya selalu rata, yaitu 50 km/hour. Entah waktu itu aku pikir le’ dah sering gini, atau akunya aja yang gk biasa karena di Jakarta kemungkinan punya kecepatan segitu ya jarang because of MACET. Okelah aku sampai dirumah sudah malam, tapi semua masih terbangun saat itu, kecuali sepupuku Bagas. Sambutan hangat dari mereka, ya,,, karena aku sendiri sudah 5 tahun tak pernah kesini lagi. Padahal beberapa kesempatan yang lalu, aku sudah 2 kali mengunjungi Yogyakarta. Tetapi tak pernah berkunjung ke kampung sendiri. Makanya kini ketika aku pulang, aku gk terlalu ingin jalan-jalan kemanapun, tetapi aku ingin menikmati suasana tinggal di kampungku seakan-akan menetap disini.

Hari kedua, aku dibangunkan oleh nenekku, ia bangun begitu pagi, dan sambil bilang kalau dia mau pergi ke masjid untuk salat subuh. Spontan diriku bilang aku mau ikut. Langsung saja aku bergegas dan berangkat bersama nenekku. Selama perjalanan dari rumah sampai masjid, banyak yang telah berubah. Diantaranya, sekarang sudah ada jembatan yang terbuat dari bambu, ya mungkin nanti aku akan ambil gambarnya ketika mau pulang. Masjid yang terlihat masih baru. Dan ternyata memang masih baru, karena baru tanggal 20 Desember 2012, masjid ini diresmikan, sebuah keberuntungan bisa salat disini. Banyak yang berbeda ya setelah baru kali ini sempat untuk pulang. Lalu aku menunggu untuk salat subuh. Selama menunggu, nampaknya ini yang menjadi perbedaan lagi antara Jakarta dengan Yogya, yaitu tidak seperti di Jakarta yang setelah adzan berkumandang, salat qobliyah, lalu langsung qomat. Kalau di Yogya, setelah adzan, salah seorang solawat dulu atau melantunkan tembang untuk menunggu kedatangan jemaah yang lain. Dari sini ada 2 kesimpulan yang mungkin bisa kuambil, pertama, masjid didaerah ini tidak setiap berapa petak ada, jadi satu masjid itu jangkauannya sangat luas, sehingga waktu perjalanan dari rumah ke masjid itu cukup lama. Dan kedua, kalau ini menurutku, kurasa orang jawa itu sangat menjiwai kebudayaannya, sehingga untuk mengajak orang berbuat sesuatu juga salah satu caranya antara lain mengajak melalui budaya tersebut, seperti melantunkan tembang, tetapi tembang-tembang yang islami.

Kemudian, seharian ini aku selalu berada diruang tamu atau kamar sambil baca-baca buku yang sudah aku beli sebelum pergi kesini untuk menemaniku selama liburan. Beruntung si Bagas sudah lancar berbicara bahasa Indonesia, sehingga aku tidak terlalu kesulitan untuk komunikasi dengan sepupuku sendiri J. Hanya membaca, menonton tv, dan bermain bulu tangkis yang kulakukan hari ini.

Malamnya aku pergi lagi ke masjid, dan kali ini aku kembali melihat perbedaan antara kota dan kampong. Kalau disini mereka mudah sekali berkomunikasi antara satu sama lain, mereka begitu hangat menerima kedatanganku. Serasa diri ini sudah lama tinggal disini, tetapi kendalaku itu ialah tidak bisa berbahasa jawa, sehingga sulit juga untuk komunikasi dengan mereka, dan hanya beberapa yang bisa ku ajak bicara, itupun yang bisa berbicara dengan bahasa Indonesia. Biarpun begitu, mungkin kalau aku tinggal disini, aku mungkin bisa kali yah jadi satu diantara mereka, orang ramah nan sopan. Dan hari ini pula untuk kali pertamanya aku menyaksikan wayang kulit beneran, bukan dari TV. Tapi sayangnya gk bisa lama-lama karena udah ngantuk. L


Hari ketiga, tidak terlalu berbeda dengan hari kedua, namun karena hari ini hari Jumat, aku berangkat ke masjid siangnya, dan ketika melihat, aku sempat kaget, ya karena yang datang ke masjid kurang dari 40, mungkin sekitar 20 orang saja. Beruntung aku sudah pernah dibekali ilmu fiqih tentang jumlah salat jemaah jumat yang boleh minimal 8 orang, sehingga aku tidak bersifat radikal perbuatan maupun pikiran. Dan kurasa disini memang bukan penganut madzhab syafii, karena dari salat subuh, tidak ada doa qunut, dan salat jumat tidak sampai 40 orang jemaahnya. Tak apa, ini bisa dimaklumi, karena alasan perumahan yang jauh dan jarang. Tapi seriusan, ini baru pengalaman pertamaku salat dengan kondisi makmum yang sedikit. Dan dari sini pula, aku bersyukur banget sudah mempelajari ilmu fiqih, ya walaupun masih cetek ilmunya. :D


Hari keempat, tidak terlalu berbeda jauh, dengan hari hari sebelumnya dan kurasa memang tak ada yang begitu berbeda. Tapi yang kutahu, hari ini budhe ku dari Jakarta berangkat ke Yogyakarta sore hari.


Hari kelima, aku diajak oleh le’ Darno untuk pergi ke Pantai, dalam hatiku sebenarnya tidak mau, tapi mungkin akan mengecewakan le’ kalau sampai menolak ajakannya. Aku ikut ke rumah mertuanya le’ Darno. Rumahnya berada di pegunungan, begitu ngerinya kalau sampai kena longsor pikirku saat itu. Kemudian kami berangkat dengan keluarga adiknya le’ wiwik. Dengan naik mobil kami menuju pantai glagak. Sesampainya disana, aku tidak bermain air, ya karena aku ingin menikmati pemandangan dan suara ombaknya saja. Alasan kedua ya karena  gk bawa baju ganti. Dan kurasa ini alasan utama mengapa aku gk ikut main air
J. Sesudah dari pantai, kami makan dan pulang. Selama pulang, ada sesuatu yang begitu indah, BUKIT BERKABUT, iya bukit berkabut putih sebagai penutup beberapa bagian kabut, begitu memikat hati ini untuk mengambil gambar agar bisa kuabadikan. Karena gk punya kamera bagus, ya aku ambil dari kamera HP yang setidaknya bisa kugunakan untuk mengambil gambar tersebut. Setelah puas dengan pemandangan bukit berkabut, sawah, pantai, dan padi. Padi? Ya sebelumnya aku berangkat, aku sempat ikut membantu nenekku, merapikan padi untuk dijemur di pinggir jalan. Dari sini yang begitu memikat ya tadi, sawah, bukit berkabut, padi, dan pantai. Semoga akan ku ingat momen tadi walaupun sayangnya aku tak bisa mengabadikan gambar pantainya.


Hari keenam, 31 Desember 2013. Aku habiskan waktuku untuk seperti biasa, dan kali ini aku bisa merasakan jajanan bakso disini, karena lelah mencari tiket untuk balik ke Jakarta. Selama perjalanan pulang setelah mencari tiket dan jajan, le’ Darno mengantarku ke suatu sungai dengan jembatan yang terlihat masih baru. Kata le’, dulu disini sungainya kecil dan jembatannya gk sepanjang itu. Kenapa? Karena waktu itu dia bilang sungai ini pernah jadi salah satu sungai yang membawa lahar dingin merapi, sehingga kalinya membesar, dan jembatan yang lama juga hancur, serta dulunya dipinggir jembatan yang lama ada rumah, namun sekarang rumah tersebut mungkin sudah bergabung jadi partikel-partikel bersama lahar dingin merapi yang telah menjadi bebatuan baru. Dahsyat bener ya merapi, sampai bisa melakukan hal demikian, tapi gk Cuma kerugian aja yang ditimbulkannya, kenapa? Karena setelah meletusnya merapi, banyak pekerjaan dan material baru, seperti pasir yang melimpah. Ya memang alam ini mungkin tak akan pernah terbaca maunya apa? Tapi kalau kita bisa pandai membaca sisi lainnya, ternyata alam inginkan sesuatu yang lain agar semua system berjalan seimbang dan sebagaimana mestinya.

Malamnya, masjid dikampungku merencanakan akan membuat salawatan bersama untuk menutup tahun 2012, aku bersama keluarga pergi ke masjid, semalaman kami berada disana bersama masyarakat sekitar mendendangkan selawat. Begitu banyak makanan berat yang disediakan disana. Aku sendiri bingung mau ngapain, mendengar tembang saja aku gk ngerti, tapi aku cukup menikmati alunan nadanya, dan aku begitu menyukai rasa kebersamaan disini. Tapi aku pulang duluan, sekitar jam 11 karena kurasa nenekku sudah lelah. Jam 11 berikutnya, aku fokuskan untuk menulis saja.


Hari ketujuh, kali ini aku begitu mengecewakan nenekku, karena gara-garaku yang terlalu lama bersiap-siap ke masjid, sehingga nenek gk jadi pergi. Nenek Cuma bilang dah telat kalau mau ke masjid, karena dah qomat, dan dia ngajakku untuk salat bareng dirumah dengan senyumnya yang terlihat menutupi kesedihannya. Begitu bodoh diri ini, padahal sudah bagus semangatnya yang tinggi, tapi kenapa aku gk bantu mewujudkan keinginannya untuk lebih dekat dengan-Mu. Bodoh memang, dan aku gk ingin ulangi itu lagi. Paginya, aku ngopi ditemani alunan radio, sambil melihat pemandangan halaman rumah yang penuh dengan pepohonan rambutan, singkong, salak dll, seakan-akan hutan, dan emang ini juga sekaligus kebun sih. Setelah itu, aku liat nenek sedang siap untuk pergi, pas kutanya mau kemana, ternyata dia mau ke kebun, dan tanpa pikir panjang, aku langsung meminta untuk ikut dengannya. Penasaran dengan kebun, aku juga ingin mengabadikan gambar-gambar kebun nenekku. Selama dikebun, nenekku memunguti biji melinjo satu persatu, dan ini mungkin jelas kenapa nenek bisa begitu bongkok, ya karena keseringan ngambil sesuatu dari kebun serta pulangnya saja bawa batang pohon yang banyak dan ditarunya dibelakang badannya. Aku merasa malu kalau ngeliat kerja kerasnya yang begitu kuat. Nenek moga aku bisa jadi sepertimu :’( PUNYA SEMANGAT UNTUK HIDUP, BERAGAMA, dan MEMBANGUN HUBUNGAN KELUARGA, MASYARAKAT dengan HARMONIS. AAMIIN.

Siangnya aku pergi lagi ke pasar bareng budhe, untuk mencari oleh-oleh, dan terlihat banget bahwa hati dan pikiranku masih kotor, karena sering beranggapan buruk kepada orang-orang yang baru, seperti pedagang, orang pinggir jalan, tukang ojek. Padahal mereka memang benar memberikan petunjuknya. Dasar diri ini masih terlalu banyak penyakit hati. L semoga bisa cepat kuperbaiki ya Allah, bantulah aku.


Hari kedelapan, salat subuh sekalian pamit sama guru tpa yang seringkali ngajak aku ngobrol. Dan paginya aku hanya dirumah, beres-beres dan nulis sampai sekarang. Dan aku menyadari memang banyak perkembangannya disini, seperti masjid, dan KOMPOSTING, ini yang begitu mengagetkanku beberapa hari yang lalu, karena dijawa ternyata sudah dipersiapkan banyak alat seperti alat untuk tetes organik, dan lain-lain. Keren deh pokoknya, karena cepat sekali kemajuan teknologi terapan disini. MANTAP DEH J.

Dan semoga nanti aku bisa selamat selama perjalanan pulang aamiin.
Sejauh ini yang ingin aku simpulkan, aku begitu menikmati rasa kebersamaan, kekeluargaan disini. Ditambah kemajuan teknologi terapannya, makin menambah nilai daerah ini. TOP deh. J


12:24 02 Desember 2013 Yogyakarta

Ari

Ini 2012 ku


11 WIB 31 Desember 2012 Yogyakarta
Saat ini aku hanya ingin fokus untuk menulis resumeku selama 2012.

Tahun 2012, aku begitu banyak belajar, bukan hanya ilmu hitungan, melainkan ilmu kemasyarakatan, seperti cara memimpin, dan cara bersosialisasi dengan tetangga.

Mulanya, aku aktif pada kegiatan ekskulku KSI. Dengan label ketua, aku coba belajar untuk menjadi seorang pemimpin, walaupun kutahu yang lain sebenarnya lebih pantas untuk menjabat posisi ketua ketimbang diri ini. “Tapi ya harus belajar” kalau kata seniorku di KSI. Sekalian menganggap teman-temanku sebagai guru untukku menuntut ilmu mereka, kami jalani kegiatan demi kegiatan. Dan meskipun aku berlabel ketua, ya aku mungkin agak nakal ya. Kenapa? Ya karena sempat atau mungkin lebih tepatnya sering meninggalkan tanggung jawabku dikarenakan aku harus memperjuangkan harapan-harapanku untuk olimpiade fisika dan alhasil, aku bisa nyempil sampai tingkat nasional. Ya meskipun belum berhasil mendapatkan medali, itu juga dah lebih dari cukup, karena melampaui target. Ya jadi sedih sedih seneng sih J. Oleh karena sering ninggali ekskulku, aku makin gk enak kalau ada yang sampai ngeluh di KSI, apalagi adik kelas, jadi jarang ketemu L. Maaf yo dek karena kakakmu ini banyak salahnya. OSN berakhir, aku kembali menyusun karakter diriku kembali. Kenapa ya? Serasa ada yang berubah setelah aku kembali, entah temanku ataukah diriku sendiri yang berubah. Tapi rasanya diri ini yang berubah. Banyak sekali penyimpangan konsep dasar seperti nilai itu gk penting. Ya mungkin aku ngerasa semester ini sering mengejar nilai atau standar, tapi ketika ilmunya aku ulang kembali atau review, aku agak bingung. Ya berarti kan nol untuk penyerapan ilmuku L.

Selain ilmu hitungan, aku juga dapat sedikit ilmu agama, ya antara lain ilmu tajwid, nahwu, shorof, fiqih, hadits. Ya mungkin baru sedikit, tapi mudah-mudahan bisa menjadi bekalku selama kuliah nanti. Dan beberapa guru yang selalu membuat hatiku meluluh atau tunduk antara lain ialah Pak Ahyadi, Ust Tarmudzi, Ust Sofyan, Ust Subhan, Pak Maryono. Mereka itu pelopor yang menyemangati diri ini untuk selalu berakhlak mulia. Dan berkat usaha mereka, aku bisa sedikit ada gambaran untuk bersosialisasi yang mana hanya akan bisa dipraktikan. Apalagi ayahku, aku selalu ingat betul ketika ayahku mengatakan yang intinya kita itu ibarat tangan, lengan kita itu harus kuat laksana karakter kita yang kuat, dan kita juga harus bisa merangkul masyarakat laksana jari yang kuat cengkramannya. Buktinya aku di Tahun ini udah ikut gotong royong, bisa saling sapa kalau ketemu tetangga, dan bisa ngobrol sama tamu atau siapa aja (gk diem kayak dulu-dulu). Pokoknya tahun ini aku mendapat nilai agama plus bisa lebih mudah bergaul. J

Ya intinya selama tahun ini aku begitu banyak berterima kasih pada-Mu, karena engkau mengizinkan aku untuk ikut OSN sampai tingkat nasional, menjadi ketua KSI, menang class meeting, bisa baca alquran (ya walaupun masih jelek), serta mampu bergaul dan bersosialisasi lebih baik dari sebelumnya, meskipun warna warni cintaku tak begitu polikromatis, alias monoton dan tersadar ditengah jalan… Meskipun secara keseluruhan, aku ini seringkali menjadi parasit bagi siapapun, namun ini semua mengesankan. Dan satu lagi, aku bisa sempat pulang kampong ke Wonogiri serta Yogyakarta selama lebih dari 5 tahun tak pulang. J
Terima kasih ya Allah. J

Ini 2012 ku, bagaimana 2012 mu?